NTPR Bengkulu Naik 1,86 Persen
Ilustrasi-pekebun kelapa sawit.
Bengkulu, kabarsawit.com - Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) di Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2023 mengalami kenaikan sebesar 1,86 persen, dari 151,91 persen menjadi 154,73 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan, kenaikan NTPR karena kenaikan indeks harga yang diterima petani pekebun (it) sebesar 2,15 persen dan indeks harga yang dibayar petani pekebunan (Ib) hanya sebesar 0,29 persen.
“Indeks harga yang dibayar oleh petani pekebun (Ib) bulan Februari mengalami penurunan karena adanya perubahan pada indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,35 persen, sementara biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) mengalami penurunan sebesar 0,08 persen,” kata Win kepada kabarsawit.com, kemarin.
Diterangkan Rizal, NTP Bengkulu pada bulan Februari 2023 sebesar 141,38 atau naik 1,29 persen, meliputi masing- masing subsektor di antaranya NTP Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,86 persen dan NTP Perikanan 0,08 persen.
Sementara tiga subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu NTP Tanaman Pangan 0,88 persen, NTP Hortikultura 3,78 persen, dan NTP Peternakan 1,19 persen.
Rizal mengungkapkan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
"Pada bulan Februari kita lihat ada peningkatan daya beli petani sawit maupun karet. Ini bisa dipengaruhi oleh membaiknya harga jual ataupun biasanya ada peningkatan hasil panen," tukasnya.








