Tim Gugus Tugas Hadir, Zulfadli Optimis Capaian PSR di Riau Meningkat
Kelapa Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli. Foto: Syahrul
Pekanbaru, kabarsawit.com - Menjadi wilayah sentra kelapa sawit terbesar di Indonesia, sudah barang tentu Riau menjadi fokus utama dalam percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Apalagi capaian PSR di Riau 0 persen tahun lalu.
Berkaca dari itu, Dinas Perkebunan Provinsi Riau merasa gembira lantaran pemerintah pusat mengutus Tim Gugus Tugas PSR untuk membantu percepatan PSR di Riau.
"Kita sangat senang. Seluruh Dinas Perkebunan kabupaten/kota di Riau siap membantu apa yang dibutuhkan oleh tim Gugus Tugas Ini. Sebab ini demi kebaikan Riau terutama soal percepatan PSR," ujar Kelapa Dinas Perkebunan Riau Zulfadli dalam acara Akselerasi Program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) di Pekanbaru, Rabu (24/5).
Ia mengatakan hingga saat ini sudah 1.700 hektare kebun kelapa sawit di Riau yang telah diusulkan untuk diremajakan. Harapannya Agustus 2023 mendatang, jumlah luasan yang diusulkan bertambah hingga mencapai 3.000-4.000 hektare.
"Siak kita dengar akan mengusulkan 5.000 hektare dan Pelalawan 4.500 dari target 3.000 hektare. Belum lagi kabupaten lainnya. Jadi untuk kesuksesan PSR ini jangan sungkan, jika ada kendala langsung koordinasi dengan Tim Gugus Tugas," tuturnya.
Menurutnya, PSR ini menjadi penting karena bertujuan untuk meningkatkan produksi perkebunan kelapa sawit di Indonesia, termasuk di wilayah Riau. Bagaimana tidak, Riau telah menyumbangkan 21,56% dari total 48 juta ton CPO secara nasional. Dimana luas kebun di Riau 21% dari total se-Nusantara.
"Maka patutlah perkebunan kelapa sawit ini dijaga bahkan ditingkatkan," paparnya.
Belum lagi kata dia, sedikitnya ada 52 % masyarakat Riau bergantung pada perkebunan sawit. Zulfadli mengaku risau dengan terus merosotnya harga kelapa sawit di Riau. Padahal memang harga penetapan mengikuti hasil tender CPO.
"Memang tidak bisa berbuat banyak lantaran kita berpatokan dengan harga CPO. Kita hanya bisa memaksimalkan agar turunnya harga CPO tadi bukan faktor kesengajaan," paparnya.
"Dalam penetapan harga kita selalu diawasi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati). Tentu tidak ada main-main dalam penetapan harga TBS di Riau ini," imbuhnya.








