https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Bisnis Benih Kian Menarik

Bisnis Benih Kian Menarik

Ilustrasi-bibit kelapa sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Pelaku usaha perkebunan di Bengkulu mulai serius menggeluti bisnis perbenihan kelapa sawit. Selain menguntungkan, bidang usaha ini menjadi salah satu lokomotif perekonomian desa.

Penangkar unit usaha perkebunan Tirta Agro di Desa Srikaton, Kabupaten Bengkulu Tengah, Yusuf Sugiatno mengatakan, pihaknya sudah beberapa tahun belakangan menggeluti usaha ini.

"Sejak dua tahun, saya bersama beberapa warga desa melihat potensi budidaya bibit sawit begitu menguntungkan," kata dia, kemarin.

Ia memulai menggeluti bidang pembibitan ini lantaran melihat bisnis ini rendah risiko. Kendati demikian, kualitas pembibitan menjadi fokusnya dalam penangkaran bibit sawit.

"Menghadapi tingginya permintaan atas bibit kelapa sawit siap tanam, tentunya menjadi tantangan bagi kami para penangkar. Kami tetap memperhatikan dan menjaga kualitas bibit yang dihasilkan," sampainya. 

Tingginya pembelian kecambah kelapa sawit di tengah masyarakat Bengkulu juga diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola kecambah tersebut.

"Karena bibit kelapa sawit yang berkualitas tidak cukup mengandalkan dari varietas unggul saja, jadi juga harus dikelola dengan teknik pembibitan yang benar dan sesuai standar," kata Yusuf.

Selain itu, ada beberapa kiat yang Ia ajarkan untuk dapat ditiru penangkar lain yang ingin mendalami bisnis ini.

"Pertama harus memastikan pasar telah tersedia sebelum pembibitan. Kita bisa mendukung pengadaan bibit program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hal itu sangat dimungkinkan," kata Yusuf. 

Pasalnya salah satu dokumen persyaratan yang harus disediakan petani atau Koperasi Unit Desa pengusul adalah surat jaminan ketersediaan benih dari penangkar.  

"Jadi petani calon penerima bantuan PSR wajib mencari mitra penyedia benih, dan momentum inilah yang kami manfaatkan untuk membuat kesepakatan dengan pekebun," terangnya.

Langkah kedua, menangkar benih setelah proses pengusulan 80 persen atau setidaknya setelah Calon Petani atau Calon Lahan (CPCL)telah ditentukan sebelum dikeluarkan rekomendasi teknis dari Pusat. 

"Biasanya risiko peluang dana tidak teralokasi hingga tahapan ini relatif rendah" ujar Yusuf. 

Pada proses dari CPCL hingga pencairan diperkirakan sekitar 6 bulan dan jika dihitung dengan land clearing sekitar 2 bulan maka total waktu dari CPCP hingga lahan siap sekitar 8 bulan. Sementara umur ideal penyaluran bibit sekitar 12 bulan. 

"Artinya waktu tunggu petani hingga bibit siap salur tidak terlalu lama," kata dia.

Ketiga, pihaknya juga manfaatkan bank calon penerima dana PSR untuk dapat menyediakan kredit dana talangan untuk pembelian kecambah. 

"Dengan kata lain kita bisa melakukan penangkaran dengan modal terbatas," kata Yusuf.