https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Sawit Lama Berbuah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sawit Lama Berbuah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Tanaman kelapa sawit belum berbuah. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Kelapa sawit kadang lambat berbuah. Meskipun sudah memasuki masa berbuah, namun belum ada tanda-tanda tanaman akan berbuah.

Menurut Prof Zainal Muktamar, Pengamat Pertanian Bengkulu, lambatnya kelapa sawit berbuah disebabkan oleh kurangnya sinar matahari dan kondisi tanah yang kurang cocok serta pemilihan bibit yang kurang baik.

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu kualitas bibit yang digunakan, lama penyinaran matahari, dan kondisi tanah," ujar Zainal pada Sabtu, 13 April 2024.

Menurut Zainal, jika petani sudah menanam bibit kelapa sawit yang berkualitas baik di tanah yang subur namun belum juga berbuah, masalahnya terletak pada sinar matahari. Kurangnya sinar matahari dapat menghambat proses pembuahan kelapa sawit," ujar Zainal.

Menurut Zainal, kelapa sawit membutuhkan setidaknya lima sampai tujuh jam sinar matahari per hari untuk pertumbuhan yang optimal. Oleh karena itu, memilih tempat yang tepat untuk menanam adalah hal penting yang harus diperhatikan oleh petani.

“Kelapa sawit sangat sensitif terhadap sinar matahari. Jika tempat penanaman tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, pertumbuhan tanaman akan terhambat dan hasil panen akan menurun," kata Zainal.

Sementara itu, M Rizon SHut MSi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, mengatakan bahwa pemilihan tanah juga penting untuk pertumbuhan buah kelapa sawit, selain sinar matahari yang cukup.

“Tanah yang gembur dan subur dengan tingkat pH yang tepat akan memberikan nutrisi yang optimal bagi pertumbuhan kelapa sawit. Hal ini berdampak langsung pada kecepatan dan kualitas buah yang dihasilkan," ujar Rizon.

Namun, kesulitan muncul ketika lahan dengan kondisi ideal tersebut terbatas. Dalam hal ini, Rizon menyarankan para petani untuk memperbaiki tanah dengan pupuk organik dan mengatur tingkat pH tanah secara sistematis.

“Jika ditanam di tempat yang tepat, hasil panen kelapa sawit dapat ditingkatkan hingga 30 persen. Namun, tanpa perawatan yang tepat, termasuk pemberian pupuk organik, manfaat dari pemilihan lokasi yang ideal jadi sia-sia," pungkasnya.