https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit Pusing, BBM Eceran Akan Segera Dibatasi

Petani Sawit Pusing, BBM Eceran Akan Segera Dibatasi

Pedagang BBM eceran sedang menunggu konsumen. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Para petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu mungkin akan kesulitan mendapatkan Pertalite dan solar eceran dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh rencana Polda Bengkulu untuk membatasi pemasok bahan bakar minyak (BBM) eceran di Bengkulu, khususnya Pertalite dan solar bersubsidi.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Drs. H. Armed Wijaya, MH, saat menerima perwakilan Pengurus Daerah Asosiasi Pertashop Merah Putih Indonesia Provinsi Bengkulu di Polda Bengkulu. Pihaknya akan segera menindak tegas seluruh pemasok BBM eceran di Provinsi Bengkulu.

"Kami akan tindaklanjuti semua aspirasi dan permasalahan yang disampaikan dari semua lapisan masyarakat dalam hal ini pengurus, agar situasi keamanan di Provinsi Bengkulu tetap kondusif," kata Armed, Kamis (18/4).

Sementara itu, Dir Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu Kombes Pol I Wayan Riko Setiawan SIK MH juga mengatakan akan segera menindaklanjuti hal tersebut.

"Kami akan segera bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah ini,” tukasnya.

Steven, Ketua Dewan Pengurus Himpunan Pertashop Merah Putih Indoensia Provinsi Bengkulu, menyambut baik respon dari Polda Bengkulu. Ia menyatakan apresiasinya atas kesempatan untuk bertemu dan mendiskusikan masalah ini secara pribadi dengan Kapolda.

Sementara itu, Tosa, seorang petani kelapa sawit di Bengkulu Tengah, mengatakan bahwa selama ini ia hanya mengandalkan pembelian bahan bakar dari pengecer. Soalnya lokasi SPBU yang jauh, puluhan kilometer jauhnya.

"Selama ini saya dan petani lain di Bengkulu Tengah mengandalkan pembelian BBM secara eceran, tapi kalau dilarang, kami harus pergi ke SPBU terdekat yang jaraknya puluhan kilometer," kata Tosa.

Tosa mengaku ia membeli bahan bakar dari pengecer karena harganya tidak jauh berbeda dengan harga di SPBU. Sementara harga Pertalite di SPBU mencapai Rp 10.000 per liter, harga Pertalite hanya Rp 12.000 di gerai-gerai eceran.

"Kalau beli di SPBU lumayan makan ongkos, jadi lebih enak beli eceran saja, terus kalau beli di Pertashop, tidak ada Pertalite di sana, yang ada hanya Pertamax, dan sekarang harga Pertamax juga lebih tinggi Rp 13.000 per liter,” pungkasnya