https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ulat Api' Merajalela, Pengasapan Obatnya

Ulat Api

Sulbar, kabarsawit.com - Pengasapan atau fogging di perkebunan kelapa sawit di Desa Tinali, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) harus dilakukan.

Fogging dilakukan guna mengendalikan serangan hama ulat api yang kian merajalela di perkebunan sawit daerah itu.

Sebelum dilakukan langkah ini, tim Bidang Perlindungan Perkebunan Disbun Sulbar bersama anggota Regu Pengendali OPT (RPO) Disbun Mateng, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tinali, dan warga setempat, terlebih dahulu melaksanakan pengamatan awal.

Tujuannya, untuk mengevaluasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh ulat api serta menentukan langkah-langkah pengendalian yang efektif.

Tim gabungan tersebut fokus pada identifikasi area yang paling terdampak dan menyusun strategi penanganan yang melibatkan teknik pengendalian hama berbasis ilmu pengetahuan terbaru dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Selama pengamatan, ditemukan ulat api spesies Susica malayana di pelepah daun kelapa sawit dengan intensitas serangan yang berat, mencapai lebih dari 10 ekor per pelepah. Selain itu, PPL Desa Tinali juga mengidentifikasi keberadaan ulat api spesies Sethosea asigna di area yang sama.

Pada malam harinya, sesuai dengan agenda hasil musyawarah dengan petani, dilakukan pengendalian hama menggunakan metode fogging. Pengendalian ini bertujuan untuk mengurangi populasi ulat api yang menyerang tanaman.

Selama proses fogging, banyak ulat api berjatuhan dari daun kelapa sawit, menandakan efektivitas metode ini.
Proses pengendalian dihentikan sekitar pukul 22.00 – 22.30 WITA dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari berikutnya di blok kebun selanjutnya. Total luas area yang akan dilakukan pengendalian mencapai sekitar 100 hektar.

Kadis Perkebunan Sulbar Herdin Ismail mengatakan, metode fogging telah diterapkan pada kebun sawit seluas 12 hektar dan menunjukkan hasil yang positif dengan banyaknya ulat api yang berjatuhan.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengatasi masalah secara efektif dan melindungi tanaman dari kerusakan lebih lanjut,” jelasnya Senin (15/9).

“Namun, kami menyadari bahwa pengendalian hama adalah proses berkelanjutan. Kami akan terus memantau hasil pengendalian ini dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya,” sambungnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pengendalian ini bersama dengan Disbun Sulbar. Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat penting untuk memastikan keberhasilan upaya pengendalian ini.

Diharapkan dengan langkah-langkah ini, serangan hama ulat api dapat dikendalikan dengan efektif, sehingga produktivitas perkebunan kelapa sawit di Desa Tinali dapat tetap terjaga, sehingga kerugian yang mungkin ditimbulkan dapat diminimalisir dan produktivitas perkebunan tetap terjaga.