Antisipasi Karhutla Jelang Kemarau Panjang
Petani sawit diminta antisipasi Karhutla jelang musim kemarau.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu Klause JA Damanik mengajak para petani kelapa sawit melakukan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.
BMKG sendiri memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dibandingkan periode tiga tahun terakhir (2020-2022).
"Kami meminta agar petani sawit menyiapkan langkah mitigasi menghadapi situasi kemarau panjang dengan menjaga wilayah perkebunan dari kebakaran," ungkap Klause kepada kabarsawit.com, Jumat.
Sejumlah mitigasi dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas pembersihan semak belukar di sekitaran perkebunan dan menjaga saluran air, agar dapat menampung air hujan hingga sebelum kemarau terjadi.
"Pada saat kemarau nanti, air tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi pohon sawit, juga untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau. Bengkulu dan Sumatera Selatan adalah daerah yang menjadi sasaran kemarau panjang tahun ini," ujarnya.
Kendati begitu, Klause memprediksi, dalam waktu beberapa bulan ke depan, curah hujan dengan kategori intensitas rendah diprediksi masih akan terjadi di beberapa wilayah Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, sektor-sektor yang terdampak seperti sumber daya air, kehutanan, pertanian, dan kebencanaan. Untuk itu perlu melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan potensi dampak kekeringan.
"Kondisi cuaca yang kering ini berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah pencegahan harus dilakukan semua pihak," ujarnya.
Klause mengatakan, saat ini intensitas La Nina terus melemah, dengan indeks pada awal Februari 2023 sebesar -0,61.
Kondisi itu diprediksi akan terus melemah dan beralih menuju kondisi netral pada Februari hingga Maret 2023. Karena itu lah menyebabkan musim kemarau tahun 2023 diprediksikan lebih kering dibandingkan 3 tahun terakhir.
"BMKG juga akan terus bekerjasama dengan sektor-sektor yang terdampak akibat kekeringan, dengan memberikan informasi update mengenai perkembangan iklim maupun bersama-sama menetapkan langkah-langkah mitigasinya," pungkasnya.








