Petani Sawit di Mukomuko Manfaatkan Janjang Kosong sebagai Pupuk Alternatif
Truk Pengangkut Janjang Kosong untuk Pupuk di Kabupaten Mukomuko.
Bengkulu, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Ismanto memanfaatkan janjang kosong sebagai bahan baku pupuk alternatif pengganti pupuk kimia yang saat ini mahal harganya.
Di lahan sawit seluas dua hektare miliknya, Ismanto menyisihkan janjang kosong di perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah diolah untuk kemudian dibawa pulang dan ditebar di lahan sawitnya.
Menurutnya, penggunaan janjang kosong untuk pemupukan organik kelapa sawit sangat bermanfaat menunjang produktivitas pohon sawit miliknya.
"Pakai janjang kosong sebagai pupuk bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Biasanya pabrik juga membuang cuma-cuma limbah ini, jadi kami manfaatkan sebagai pupuk saja," kata dia, kemarin.
Janjangan kosong yang dihasilkan pabrik dimanfaatkan sebagai pupuk di kebun kelapa sawit dengan dosis janjangan kosong hingga 15 ton per hektare kebun kelapa sawit.
"Jadi areal yang kami pupuk bertahap, 3 ton sehari. Janjang kosong ini juga kami ambil dari sisa brondolan di kebun dari pada busuk, jadi kami keringkan kemudian kami campur dengan sedikit pupuk kandang," kata Ismanto
Ia pun menentukan pohon kelapa sawit dengan dosis tergantung pohon per hektare. Dengan dosis janjangan kosong 15 ton per hektare jumlah pohon sebanyak 200 batang, maka dosis/pokok adalah 150 kg.
Janjangan kosong sawit diaplikasikan dengan 1 lapis menghindari perkembangbiakan hama kumbang tanduk yang dapat menyebabkan kematian pada pohon sawit.
"Untuk pengawasan kami pantau selama lima hari hingga janjang kosong luruh. Dari penggunaan pupuk ini, ada peningkatan sampai 1,5 ton per hektarenya," ujar Ismanto.








